Untuk itu saya membeli akuarium dengan ukuran sedang untuk mencoba diisi ikan penghilang rasa penat tersebut. Karena melihat ikan koki memiliki bentuk dan warna yang menarik serta lucu, saya memutuskan untuk mencoba memeliharanya.
Pertama kali mencoba memelihara ikan koki ternyata tidak mudah, bagaimana tidak karena pertama kali saya memelihara 5 ekor ikan koki ukuran sedang dan ditambah kira-kira 10 ekor ikan mas hias kecil, dan satu ekor ikan gurami padang ukuran sedang, sehingga membuat akuarium terlihat ramai dan menarik, hanya dalam waktu 1 bulan semuanya habis tidak tersisa..
Habis bukan karena di goreng tentunya, ya semua habis karena mereka berpulang ke Rahmatullah....
Mereka mati satu persatu. Ada yang mendadak mengambang diatas air, ada yang kaku menempel di filter air, ada juga yang badannya dipenuhi bintik-bintik putih. Entah, karena saya pertama kali memelihara ikan jenis ini, wooowww.
Sebenarnya sebelum semua ikan mati saya terus mencari tahu masalah yang sedang dihadapi ikan-ikan malang itu ke om Google. Ternyata memang banyak yang mengalami masalah yang sama dengan ikan koki mereka. Beberapa penyebab masalah dan solusi untuk menangani masalah ikan koki ini pun saya dapatkan yaitu :
- Pertama kali memasukkan ikan ke dalam akuarium jangan langsung, tetapi masukkan plastik yang berisi ikan kedalam air akuarium, biarkan selama kurang lebih 5 menit. Ini supaya ikan tidak stress dengan perubahan suhu air.
- Kualitas Air harus terjaga. PH air, kebersihan dan suhu sangat harus terjaga. Air harus tetap jernih dan bersih, ini dapat dibantu dengan memasang filter air yang sesuai dengan besar akuarium.
- Pemberian Pakan harus teratur, jangan berlebih dan jangan sampai tersisa. Yang ideal 2-3 kali sehari pagi-siang-sore. Jangan memberi makan di malam hari, karena ikan koki ikan yang rakus, dan cepat mengeluarkan kotoran yang dapat mengundang bakteri pengurai pada malam hari sehingga air menjadi keruh dan kualitasnya jelek. Saya memberi pakan pelet kecil untuk ikan hias 2x sehari pagi dan sore, 1 ekor ikan tidak nyampe 7 butir pelet yang diberikan setiap kali memberi makan.
- Pergantian air harus teratur, dan jangan mengganti/menguras air semuanya. Ganti air dengan menyisakan air minimal 30 persennya, ini untuk mencegah ikan stress karena perubahan air. Matikan dulu filter dan gunakan selang untuk menyedot air lama keluar dan memasukan kembali air baru dari akuarium.
- Gelembung air penting bagi ikan koki, ini biasanya dapat dihasilkan oleh penghasil gelembung yang dapat dibeli di tempat penjual peralatan akuarium. Gelembung dapat dihasilkan dari pancuran air, dan sampai sekarang saya tidak menggunakan penghasil gelembung yang berisik itu.
- Pemberian obat jika terkena jamur atau penyakit lainnya, yang berupa obat yang dilarutkan pada air dalam wadah terpisah untuk merendam ikan yang sakit.
Tak sengaja ketika saya main ke tempat kos temen, terdapat akuarium yang berisi ikan yang sama yaitu "koki"-ieu. Setelah saya mengobrol dengan temen ternyata dia mengalami masalah yang sama dengan saya, tapi akhirnya ikan menjadi kuat, yaitu dengan mengganti air yang tadinya air PAM menjadi menggunakan air "sumur". Satu lagi nambah tipsnya :
- Air akuarium lebih baik menggunakan air sumur atau air mata air. Kalaupun menggunakan air PAM yang mengandung kaporit, jemur dahulu air selama minimal 2 jam, tujuannya untuk menghilangkan khlorit pada air dengan sistem penguapan.
Saya ganti air yang tadinya air PAM dengan air sumber mata air yang tidak tercemar kaporit.
Sore hari sepulang kerja saya masukan ikan, besoknya 1 ekor kecil mati. Lalu malamnya sepulang kerja 2 ekor yang ukuran sedan ikut-ikutan mati.. wooww. Besok sorenya 1 ekor mati, besoknya lagi satu ekor mati... woww... tersisa lah 2 ekor ikan koki jenis oranda yang kecil wooww...
Saya sudah pasrah dengan 2 ekor yang tersisa, pikiran saya paling besok mati lagi. Esok harinya ternyata keduanya masih bernapas. Esoknya lagi masih berenang riang, esoknya lagi, esoknya lagi, esoknya lagi, dan sampai sebulan 2 ekor ikan koki kecil tersebut masih bernapas dan riang berenang. Kemudian saya mencoba menambah 5 ekor ikan Guppy, dan mereka cukup akur dan bisa bertahan. Dari hal tersebut saya berkesimpulan, 2 lagi tips merawat ikan koki :
- Banyak dan besarnya ikan di akuarium harus disesuaikan, jangan terlalu padat karena ikan akan berbagi oksigen.
- Sebaiknya air yang akan dipakai pada awal memelihara ikan, didiamkan dahulu dengan filter yang dinyalakan selama beberapa hari, kurang lebih 5-7 hari, hal ini untuk membangun ekosistem pada akuarium.
- Pemasangan batu-batuan dan koral yang berongga pada dasar akuarium dapat menjaga air agar tidak keruh, dan kotoran ikan tidak terkena dan dipermainkan ikan, karena kotoran yang tidak dapat tersedot filter akan mengendap dibawah batuan dan koral.
![]() |
| Kondisi Ikan di Akuarium |

5 komentar:
Thanks infonya.. 😊
mantap.
om kenapa ya klo jenis mutiara d gabung sma jenis lain yg mutiara selalu mati?
http://cjaquatic.blogspot.com
Satu tips:
- kalau agan agan yg hobi ikan koki juga tp pusing kena penyakit kutu ga perlu repot dan gaperlu pusing dan ga usah ribet ribet pakai obat dan takut keracunan ... ini dia agan agan cukup piara ikan layang layang garis garis hitam putih atau ikan kalimantan yg warnanya hitam orange .. dijamin ikan koki sehat dan ga bakal keracunan...
Silahkan dicoba gan☺☺☺
Iya .. simple nya ajh ya ..
-1.agan tau pelet bentuknya seperti apa..
kalau udah tau next nya lihat sisik mutiara nya sama ga?? Kalau sama berarti agan udh tau maksud saya..
-2.ikan mutiara itu ikan spesial dan komuniti/ hidupnya genk genk an Satu jenis
jadi dilarang campur ikan lain kecuali ikan sapu sapu yg makannya lumut.. ok gan.
Good luck!! ☺
Posting Komentar